FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 1

vampire in exo planet

Tittle : Vampire In EXO Planet

Author : Printa Park Yong Ae

Genre : Fantasy, Friendship, Action

Cast : EXO Member | Kim Hyoyeon

Length : Chaptered

annyeong haseyo, aku datang bawa ff baru yang SEMOGA bagus dan yahuttt :D

HAPPY READING ^^

© Copyright Printa’s 2013

Gadis itu berjalan menyusuri koridor istananya, dimana para kaum yang sama sepertinya ada disana. Gadis itu berlari kecil, koridor itu sepi, mungkin ia takut.

Akhirnya ia sampai pada ujung koridor, dimana ada dua cabang jalan disana. Kanan dan kiri. Ia sudah sangat hafal jalan di istana ini, dan ia pun berlari kecil ke kanan.

Koridor itu tampak sangat sepi dan gelap. Hanya cahaya obor yang ada di sisi tembok samping yang menerangi jalan dikoridor itu. Dengan atap yang tinggi dan gelap, gadis itu enggan menghadap keatas, ia takut.

“ayolah, sebentar lagi. Semangat.”

Gadis itu menyemangati dirinya sendiri yang sudah letih berlari. Dan akhirnya ia sampai di ujung koridor. Pintu dihadapannya adalah pintu para kaum Vampire Shidae, kaumnya. Tapi, sepertinya pintu itu di kunci.

“dikunci? Aigo!”

*_*_*_*

“apa anda yakin ini tidak berbahaya?” Seohyun menatap secara rinci bagian permukaan buah kecil dihadapannya, stroberi.

“tentu saja, apa kau pikir aku akan menambahkan racun didalamnya?” lelaki itu tampak tersenyum menyeringai sekilas, kemudian kembali menatap para Vampire Shidae agar percaya dengan perkataannya.

“tapi, kata Hyoyeon Unni, kau ini penjahat.” ucap Yoona sambil menyerahkan stroberi yang diberikan lelaki itu sebelumnya.

“aish, Hyoyeon Hyoyeon dan Hyoyeon. Kalian pikir dia baik? Dia ingin menghancurkan kaum kalian……., secara perlahan.” lelaki itu mengitari Yoona dengan perkataan bernada menyeramkan. Yoona sendiri sampai menelan ludah dengan susah.

“tidak mungkin Hyoyeon seperti itu! Dia baik!” elak Tiffany marah. Kilatan mata berwarna merah pun terlihat.

“kenapa kau berkata seperti itu, Heechul-sshi? Apa kau mempunyai dendam dengan saudara kami? Jika kau berani melawan saudara kami, kami tidak segan-segan membunuhmu, Heechul-sshi!” ancam Taeyeon.

“hey, percayalah denganku. Aku mana mungkin berbohong. Lihat, bahkan saudara kalian tidak ada disini. Itu bukti pertama bahwa ia membenci kaum ini.” ungkap Heechul.

“mungkin Hyoyeon Unni pergi menuju markas Vampire Shidae.” kata Sooyoung membela Hyoyeon.

“oh ayolah, kenapa kalian terus membela pengkhianat? Hyoyeon harus disingkirkan dari planet Vampire, dan keluarkan dia dari kaum Vampire Shidae.” kata Heechul kembali dengan nada menyeramkan. “oke, tidak perlu canggung. Mari kita meminum teh agar obrolan kita menjadi semakin……, menyenangkan. Bersulang!”

Para Vampire Shidae –kecuali Hyoyeon– pun bersulang, kemudian meneguk minuman yang disediakan Heechul barusan. Tapi, tidak lama kemudian, para Vampire Shidae pingsan.

“haha, menyerahkan Kim Hyoyeon! Kau akan kalah sebentar lagi.” ucap Heechul yang sebelumnya tidak meminum minuman itu.

Heechul, pemimpin Vampire Evil, dimana mereka yang masuk dalam kaum tersebut dikategorikan dalam Vampire terjahat diantara kaum Vampire yang lain. Heechul, walaupun terlihat seperti malaikat, tapi ia masuk dalam kaum tersebut, bahkan dialah pemimpinnya.

Kaum Vampire Evil dan kaum Vampire Shidae adalah musuh. Tapi kini, Heechul memanfaatkan para anggota Vampire Shidae –kecuali Hyoyeon– untuk mengeluarkan Hyoyeon dari dalam kaum mereka, dan menyingkirkan Hyoyeon dari planet mereka, planet Vams.

*_*_*_*

Gadis itu, Hyoyeon, kembali menuju kamarnya. Ia harus berlari kecil lagi dari koridor ke koridor lain. Ia tidak ingin menggunakan kekuatan menghilangnya kali ini. Ia takut salah tempat seperti dulu.

Di belokan koridor, Hyoyeon bertemu dengan teman-temannya, Vampire Shidae. Senyumnya pun mengembang melihat mereka berjalan mendekatinya.

“enyahlah kau, pengkhianat!” seru Yuri sambil menatap intens pasang mata Hyoyeon, temannya sendiri.

“pergilah kau dari planet kami! Jangan kembali lagi! Namamu akan aku coret dari daftar Vampire Shidae. Rapikan barang-barangmu sekarang!” Taeyeon menambahkan.

“Taeyeon Unni, Yuri-ya. Apa maksud kalian? Pengkhianat? Siapa yang pengkhianat?”

“tidak usah berlagak bodoh, Hyoyeon-sshi. Pergilah kau!” bentak Seohyun, anggota Vampire Shidae termuda.

“Seohyun-ah, apa yang kau bicarakan?” Hyoyeon semakin tidak mengerti dengan sikap ke delapan temannya. Bahkan Seohyun, Vampire yang paling ia sayangi berani membentaknya seperti itu.

“aku hitung sampai tiga, jika kau tidak pergi menata bajumu sekarang, aku akan membunuhmu!” Sunny mengangkat tangan kanannya, bersiap untuk menghitung.

“tapi, Unni, aku salah a–“

“satu,”

Hyoyeon masih bingung dengan sikap para anggota Vampire Shidae, “ayolah, ini tidak lucu.”

“dua,”

“hitungan terakhir, kau akan mati, Hyoyeon, menyerahlah.” desis Jessica.

“baiklah! Hentikan!” Hyoyeon kini menggunakan kekuatan menghilangnya agar cepat menuju kamarnya, ia tidak mau mati muda.

Tidak lama kemudian, Hyoyeon muncul dihadapan teman-temannya dengan membawa koper ditangannya. Bahkan matanya sedikit sembab saat sudah kembali.

“sekarang, pergilah dari planet Vams!” seru Yuri kencang. Hyoyeon mengangguk lemas, kemudian kembali menghilang menuju garasi planet Vams. Ia mengambil mobil terbangnya.

*_*_*_*

“Shireo! Aku yang memancingnya, jadi aku yang memakan ikan ini sendirian. Kau pergilah mengambil ikan sendiri.” ucap namja yang mempunyai rambut bagaikan pelangi, menarik piringnya dan menyembunyikannya dibalik punggungnya.

“aku minta sedikit, Sehun-ah.” kata temannya. Sehun, nama namja berrambut pelangi itu, tetap menggeleng.

“Shireo!” Sehun menggelengkan kepalanya.

“Aigo, kalian ini kenapa selalu bertengkar, huh?” tanya namja yang berbadan tinggi. Ia duduk diantara Sehun dan Luhan.

“Luhan hyung selalu meminta makananku, hyung! Aku kan tidak mau. Tapi Luhan hyung malah memaksaku.” kata Sehun mengadu. Ia bahkan masih sempat memakan ikan yang baru saja ia bakar dihalaman belakang.

“tapi aku hanya meminta sedikit.” ucap Luhan membela diri.

“kau selalu meminta semuanya padaku.” ucap Sehun.

“kau juga sering meminta padaku.” ucap Luhan tak mau kalah.

“hey hey hey, Luhan hyung, kau ini sudah dewasa. Mengalahlah untuk Sehun. Lagipula kau bisa mengambil ikan sendiri dengan kekuatanmu kan? Itu mudah.” kata namja tinggi itu, Kris.

“tapi Kris, aku malas pergi ke kolam ikan sendirian.” balas Luhan.

“bilang saja kalau takut.” cibir Sehun pelan. Ia masih sibuk memakan ikan bakarnya.

“ish, diam kau.” desis Luhan

“GAWAT! KRIS! GAWAT!” namja berpipi bulat itu membuka pintu belakang rumah mereka dengan kasar. Dapat dilihat dari wajahnya, sepertinya ia sedang gusar.

“gawat kenapa, hyung?” tanya Kris sangat penasaran. Ia mendekat kearah Xiumin, namja berpipi bulat itu.

“ada gadis cantik tersesat di planet kita.” ungkap Xiumin.

“hah? Gadis cantik?” Sehun dan Luhan serempak berkata seperti itu, kemudian saling menatap.

“dimana?” tanya Luhan sambil berjalan cepat menuju tempat berdirinya Xiumin dan Kris.

“di kolam ikan belakang rumah. Dia datang dengan mobil terbang miliknya.” ucap Xiumin sambil menunjuk kolam ikan yang kini tengah ramai.

“baiklah, ayo kesana!” seru Kris sambil berjalan menuju kolam ikan. Diikuti Xiumin dan Luhan.

“hyung tunggu!”

*_*_*_*

“kau baik-baik saja, noona?”

“apa ada yang terluka?”

“dimana yang sakit, noona?”

Para penghuni planet itu tengah sibuk mengerubungi yeoja cantik yang tersesat diplanet ini. EXO Planet. Entah kenapa, ketika ia melintasi planet ini, ia merasa mobil terbangnya tertarik begitu saja menuju planet ini.

“ini dimana? Aduh!” ketika yeoja itu berdiri, ia kembali terduduk sambil memegang kepalanya yang mungkin terasa pening.

“aku akan menyembuhkanmu, noona.” ucap salah satu diantara mereka. Kemudian diarahkannya telapak tangannya ke seluruh tubuh yeoja itu, dan keluarlah cahaya putih yang bisa menyembuhkan penyakit. Apapun.

“bagaimana noona? Sudah agak mendingan?” tanyanya lagi. Yeoja itu mengangguk riang, ia berdiri dan tersenyum.

“gomawo.” ucap yeoja itu. “ngomong-ngomong, ini dimana?”

“ini di EXO Planet, noona.” kata namja bermata hitam seperti panda.

“EXO Planet? Aku tidak pernah mendengar planet ini sebelumnya.” ucap yeoja itu mengerutkan dahi.

“planet ini memang tidak begitu terkenal.” jawab namja berwajah bayi.

“oh, oke.” ucap yeoja itu, ia kemudian terduduk lesu di bagian depan mobil terbangnya.

Ia masih ingat kejadian itu. Dimana ia diusir secara tidak hormat oleh teman-teman sekaumnya. Ia tau ini ada yang tidak beres. Mana mungkin mereka mengusir bahkan membentak anggota satu kaumnya.

Yeoja itu menangis, mengingat semuanya. Ia menunduk sambil menutup wajahnya. Ia tidak ingin para namja dihadapannya mengetahui bahwa ia menangis sekarang. Tapi mustahil, semuanya tau.

“noona kenapa menangis?” tanya namja berkulit gelap.

“jangan menangis noona, siapa yang membuat noona menangis?” tanya namja berbadan tinggi, tapi tidak lebih tinggi dari Kris.

“aku.. aku tidak apa-apa kok. Jangan khawatir.” jawab yeoja itu.

“kami bukan anak kecil lagi noona. Kami tau noona kenapa-napa. Ayo ceritakanlah, siapa tau dengan bercerita, hati noona menjadi lebih lega.” ucap namja dengan suara cempreng.

“aku tidak mau, aku tidak ingin kalian berpikiran macam-macam tentangku.” kata yeoja itu bersikeras.

“ada apa?” tanya Kris dan yang lain yang baru datang.

“noona ini tersesat, hyung.” kata namja yang tadi menyembuhkan yeoja itu.

“tersesat? Noona, kau berasal darimana?” tanya Sehun.

“aku… aku dari…. Planet Vams.”

“MWO?! Planet Vams?” namja dengan mata bulatnya itu mundur satu langkah. Ia tau yeoja didepannya adalah…….., vampire.

“tuh kan, aku belum bercerita saja kau sudah takut. Aku ini orang baik. Aku tidak akan menyakiti kalian, sungguh. Aku bukan bermaksud jahat. Aku–“

“tenanglah noona. Kami tidak berpikiran seperti itu, kok.” hibur namja dengan senyuman menawannya.

“sungguh?”

“ne. Aku tau planet Vams adalah tempat para vampire. Tapi, aku tidak berpikiran buruk tentangmu. Yang aku lihat, kau baik.” ucap Luhan.

“cih, gombal.” cibir Sehun.

“biarkan saja. Aku kan ingin lebih dekat dengan noona ini.” kata Luhan sambil mendekat kearah yeoja itu.

“aish, jangan panggil noona terus. Aku merasa tua disini.” kata yeoja itu. “namaku Hyoyeon.”

“hai noona– eum, Hyoyeon-sshi, namaku Yixing, kau boleh memanggilku Lay saja.” kata Lay, namja yang menyembuhkan Hyoyeon tadi.

“oh, Lay-sshi, terima kasih untuk yang tadi.” kata Hyoyeon.

“hai, aku–“

“aku Luhan.”

Belum selesai Sehun memperkenalkan diri, Luhan nyerocos duluan. Ia merapikan rambutnya keatas dengan gaya yang keren.

“aih, hyung! Kau curang.” kata Sehun cemberut.

“salah siapa bicaramu lemot. Haha!” Luhan tertawa penuh kemenangan, sementara Sehun hanya cemberut.

“hihi, siapa namamu, adik manis?” Hyoyeon mencolek dagu Sehun, membuat Sehun kembali tersenyum.

“Oh Sehun! Namaku Sehun, noona.” kata Sehun bersemangat.

“Hyoyeon-sshi, aku juga mau dicolek seperti Sehun tadi.” kata Luhan tidak terima.

“salah siapa hyung mengambil jatah bicaraku.” Sehun menjulurkan lidahnya pada Luhan.

“diamlah!” ketus Kris.

“aku Tao.” ucap namja bermata panda tadi.

“annyeong haseyo, Xiumin imnida.” Xiumin memperkenalkan diri.

“Suho imnida.” ucap namja yang mempunyai senyum menawan.

“Do Kyungsoo imnida. Kau bisa memanggilku Kyungsoo.” ucap Kyungsoo.

“Chen imnida.” kata namja bersuara cempreng.

“apa aku sudah memperkenalkan diriku? Aish, Kris imnida.” kata Kris merutuki kebodohannya sejenak-,-

“oke baiklah, aku ulangi lagi nama-nama kalian ne?” Hyoyeon tersenyum ramah. “Sehun, Luhan, Lay, Kris, Kyungsoo, Tao, Chen, dan Xiumin.”

“loh? Memangnya aku belum memperkenalkan diri? Chanyeol imnida.”

“aku juga lupa, Baekhyun imnida.”

“huh! Baekyeol sudah pikun!”

“ya! Oh Sehun!”

“mwo?”

*_*_*_*

Hyoyeon duduk ditengah-tengah namja itu. Untuk sementara, ia akan tinggal dirumah ini. Di planet ini, bersama ke 12 namja unik ini. Cukup menarik memang, namun, semenarik apapun mereka. Ia masih tetap mengutamakan para kaum Vampire Shidae.

Hyoyeon menangis disana. Ia menceritakan semua yang terjadi. Bahkan ia juga mengungkit masa lalu yang indah ketika bersama ke 8 temannya di planet Vams. Hyoyeon bersandar pada Sehun, membuat Luhan mendesis pelan. Tapi Sehun tak perduli, ia terus mengelus puncak kepala yeoja disampingnya itu.

“uljimayo, Hyoyeon-sshi.” kata Chanyeol memecah keheningan. Sedari tadi hanya suara isakan tangis Hyoyeon yang terdengar.

*_*_*_*

Para kaum Vampire Evil kini tengah berbahagia di markas mereka. Heechul selaku pemimpin bersorak senang diatas meja ketua. Yang lain ikut merasakan gembira. Mereka semua berlonjak senang. Hyoyeon, musuh mereka kini sudah enyah dari planet Vams.

Sebenarnya bukan Hyoyeon saja yang menjadi musuh mereka, semua anggota kaum Vampire Shidae juga musuh mereka. Tapi, Hyoyeon lah yang paling dibenci. Mengapa? Itu karena tingkah kejahatan mereka selalu gagal akibat Hyoyeon. Selalu Hyoyeon.

“Hyoyeon sudah pergi. Kita bebas.”

*_*_*_*

“Hyoyeon Unni dimana sih?” tanya Yoona sambil bolak-balik mencari unni-nya yang menghilang.

Ternyata efek hipnotis itu hanya berlaku 3 jam saja, setelah itu, mereka akan pingsan lagi, kemudian ingatan mereka saat terhipnotis akan hilang.

“seharusnya ia sudah ada di markas sekarang. Tapi kenapa ia tidak datang-datang?” tanya Yuri.

“bahkan hari ini jadwalnya dia membersihkan markas.” kata Sunny.

Oh ayolah, kalian yang mengusirnya.

GREK!

Pintu markas terbuka keras saat seseorang mendorongnya dari luar. Siapa lagi kalau bukan Seohyun, maknae kuat mereka.

“Hyoyeon Unni! Dia… Dia…”

Nafas Seohyun terdengar memburu. Antara takut, gelisah, khawatir, lelah, dan juga menahan tangis. Ia tak sanggup berkata. Ia hanya menunjuk ke arah jalan koridor dibelakangnya dengan nafas yang memburu. Jessica segera memberinya segelas minuman agar nafasnya sedikit normal.

“ceritakan pelan-pelan.” titah Taeyeon.

“Hyoyeon Unni, dia tidak ada dikamarnya.” ucap Seohyun. Air matanya tidak dapat dibendung lagi. Ia menangis, lututnya serasa lemas, kemudian ia duduk bertumpu dengan lututnya.

“kau jangan mengada-ada, Seohyun-ah!” seru Sooyoung tak percaya.

“kalau tidak percaya, silahkan kalian cek dikamarnya.” jawab Seohyun.

“benar.” Tiffany menatap bola kristal ditangannya. Disana dapat terlihat kamar Hyoyeon kosong, bahkan tidak ada pakaian Hyoyeon yang biasanya berserakan diatas ranjang. “dia pergi.”

“hah?! Pergi?”

-TBC-

About these ads

20 thoughts on “FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s