FF EXO : BLACK PEARL Chapter 12-A

bp-4

Author : Printa Yong Ae (@bukanprinta)

a/n : mian cuman dikit😦 aku nggak mau bikin readers aku kecewa garagara kelamaan update. jadi walaupun dikit aku tetep belabelain update :p maaf juga ya kalau chapter ini mengecewakan. Selamat membaca ^^

——————————————————————

Sebelumnya….

“Eomma?” Hyera memanggil ibunya dengan ragu.

“kau tidak boleh berada disini, Shin Hyera! Kau melanggar peraturan! Jika kau tetap berada disini, maka aku akan membunuhmu! Kau harus mati terlebih dahulu, Hyera-ya! Ini tempat para arwah!”

Hyera ingin menangis rasanya, melihat ibunya menggertaknya seperti itu. Ia ingin kembali, tapi ia tidak tau kembali kemana. Seperti tidak ada jalan keluar dari sini.

“Eomma! Aku merindukanmu! Aku bahkan tidak melihatmu sejak lahir! Aku hanya melihatmu di foto peninggalan ayah! Ini sangat tidak masuk akal jika eomma mengusirku hanya karena aku belum mati!” Hyera menangis dengan keras.

“tidak, nak. Jangan keluarkan air matamu itu kepadaku. Aku bukan wanita baik-baik jika mengetahui keberadaanmu disini adalah salah. Aku harus menegakkan keadilan. Kau harus mati, atau kau harus kembali ke tempat asalmu.”

Baca lebih lanjut

Mianhae ~~~

Annyeong !! Saya balik buat nulis ini doang… waktu saya ga banyak, tinggal 19 hari lagi sejak saya nulis ini Pos. Bentar lagi saya UN….

Jadi gini, saya kan mau UN ya, FF nya dipending dulu gapapa kan? soalnya juga jarang jarang pegang laptop. Readers kan baik wkwk. Mohon ijinnya/? Ntar habis UN bakal fokus ke FF Black Pearl kok, soalnya saya seneng banyak komentar positifnya ^^9

Tunggu saya yaaaa. Ppyong!

FF EXO : BLACK PEARL Chapter 11

bp-4Author : Printa FS a.k.a Printaya

Tittle : Black Pearl

Genre : fantasy, friendship

Sebelumnya….

Dimulai dari Hyera yang mengajak Sehun, Baekhyun, Lay, dan Luhan ke kafe, mereka malah bertemu dengan para ksatria. Tanpa disadari, semuanya bahkan saling mengenal, meskipun beberapa masih terlihat canggung dan angkuh.

Sehun dan Jongin, musuh bebuyutan sejak lama, kini dipersatukan menjadi satu team. Mereka bersatu untuk menyelamatkan ‘planet’ mereka, yakni EXO Planet. Meskipun cerita yang diceritakan oleh si alien, alias Luhan, tidak dapat masuk ke logika. Namun, mereka semua seketika menjadi percaya karena melihat langsung Luhan yang dapat melayangkan beberapa barang-barang dihadapannya dengan satu tangan.

Hyera, gadis satu-satunya dan yang akan menjadi pemimpin perang demon nanti, kini tengah merajuk. Ia marah dengan Sehun dan Jongin yang tidak bisa akur. Hyera yang sudah susah-susah mengumpulkan mereka semua, malah merasa sedih karena ketidakakuran Jongin dan Sehun. Maka dari itu, Hyera melangkah pergi keluar kafe. Meninggalkan para ksatria yang masih enggan beranjak.

Hyera bertemu dengan Zelo, teman sekelasnya, saat ia tengah berlari di sebuah taman di tengah kota. Ia mulai melampiaskan perasaan kecewanya dengan menangis dipundak Zelo. Zelo sudah mendengar semua ceritanya, dan tentu saja Zelo tidak percaya begitu saja. Ia tentu saja masih belum mempercayai 100% ucapan Hyera. Tapi, Zelo menenangkan Hyera dengan berbagai cara yang ia bisa.

Zelo kemudian pergi setelah Hyera menyuruhnya. Seperginya Zelo, Hyera merasa seseorang duduk disebelahnya. Ketika ia menoleh, dalam hatinya, ia bergumam….. Sehun? Tapi kenyataannya, bukan seseorang yang ia gumamkan yang datang disebelahnya. Melainkan……. Musuhnya.

 

~ Printaya present: BLACK PEARL ~

 

Kini para ksatria, kecuali Hyera, berpencar mencari Hyera yang tadi sempat kesal. Sehun dan Jongin mencari di gang-gang kecil di dekat kafe yang mereka datangi tadi. Wajah mereka terlihat panic. Tentu saja, Hyera, dia adalah gadis yang diperebutkan oleh Jongin dan Sehun. Dan kini malah Hyera marah dengan mereka berdua. Bukankah ini lucu?

“bodoh sekali,” Baca lebih lanjut

FF EXO : BLACK PEARL Chapter 10

bp 4

Title : Black Pearl

Author : Printa FS a.k.a Printa Park

Genre : fantasy, friendship, a little bit romance?

©Printa Park’s Fanfiction 2014

“ya! Hyera-ya!” Lay yang baru akan mengambil air putih tampak heran dengan sikap Hyera, tentu saja. Hyera bersikap seperti itu seperti orang gila saja. Berceloteh sendirian dan tampak berantakan. “kalau kau mau mandi, mandi saja pakai air hangat. Ku lihat kau tampak pucat hari ini. benar kata Luhan hyung, kau harus istirahat dulu. Atau mungkin lebih baik kau tidak usah mandi dulu, Hyera-ya.”

Hyera menghentikan ucapan-panjang-tanpa-titiknya sambil menatap Lay, “aku ini sehat! Aku mau masuk sekolah! Belum genap masuk selama seminggu aku sudah absen saja! Dulu aku tidak pernah absen ke sekolah. Aish!”

Lay tampak kaget dengan ucapan panjang Hyera, kemudian menatap Hyera tajam. Hyera yang di tatap seperti itu kemudian berhenti berbicara, ia seperti patung, membeku begitu saja dengan tatapan yang sulit di artikan menuju ke arah Lay. Hyera yang saat itu membelakangi pintu kamar mandi segera mundur satu langkah, kemudian menutup pintu kamar mandi dengan cepat.

“mungkin benar kata Luhan oppa, Lay benar-benar galak.”

***

Hari ini, si pelupa Kris, atau siapapun kita menyebutnya, sedang berada di sekolahan dengan tergesa-gesa. Ia baru ingat mempunyai jadwal kuliah pada jam 9. Sementara sekarang, Kris berlarian pada jam 08.58. Itu artinya, kurang 2 menit lagi ia diperbolehkan mengumpulkan tugasnya.

Ia harus mengumpulkannya. Ia menerima konsekuensi apapun, yang penting tugasnya harus terkumpul dan ia bisa mendapat nilai. Ia tidak mau waktunya terbuang sia-sia hanya karena tugas yang tidak boleh dikumpulkan.

Akhirnya, Pria dengan tinggi menjulang itu sampai di kantor dosen. Ia melongokkan kepalanya di pintu utama. Ia menemukan meja dosen yang memberinya tugas itu masih duduk santai sambil menyiapkan bahan mengajarnya nanti. Kris akhirnya masuk, dan membungkuk pada dosen yang terlihat sudah berumur 40-an itu.

Ia meletakkan tugasnya di meja, di hadapan dosen dengan name tag ‘Park Heun So’. Lelaki tua tersebut menurunkan kacamatanya, di atas tulang hidungnya. Menatap Kris yang masih berdiri dihadapannya dengan nafas tidak beraturan.

Ia kemudian melirik jam dinding dibelakang Kris. Tepat jam 9. Itu artinya, tugas Kris tepat waktu. Kerja bagus.

Namun, tatapan Park Heunso pada Kris berbeda. Ada hawa aneh pada tatapan tersebut. Kris merasakan hawa mengerikan disekitarnya. Ia juga merasakan bulu kuduknya merinding. Membuat Kris menggosok leher belakangnya, gugup.

Tentu saja ia gugup, Park Heunso terus saja menatapnya tanpa berbicara apapun. Apa Kris harus berbicara terlebih dahulu? Berbicapa apa? Tentang pengumpulan tugas? Ia selalu mengumpulkan tugas tanpa berbicara apapun pada dosen galak itu. Ataukah ia harus mendiamkannya seperti ini terus? Mana yang lebih sopan? Berbicara lebih dulu atau berdiam diri dihadapan dosen? Baca lebih lanjut

FF EXO : BLACK PEARL Chapter 9

bp 4

Title : Black Pearl

Author : Printa FS a.k.a Printa Park (@bukanprinta)

Genre : Fantasy, Conflict, a little bit comedy

a/n : Annyeong haseyo~ Wuhuuuu. Lama banget gak ngelanjutin ini FF yap. Maapkan saya, saya terkena writer’s block sepertinya. Soalnya pas mau lanjut pasti ada aja yang bikin mampet imajinasi saya. Padahal sebelumnya ide-ide buat ngelanjutin ini FF lancar loh, tapi pas mau ditulis malah ngeblank. Akhirnya ngaret deh FF ini. Maaf ya😦 Ohiya, ini juga udah aku panjangin loh. Dapet 12 Halaman page ms. word coba. Bayangin aja wkwk. Gimana nih poster barunya? Bagus gak? aku bosen soalnya, ngelanjut FF gak bisa-bisa, akhirnya bikin poster baru aja hohoho. Semoga kalian suka. Yaudah deh, monggo dibaca ^^ jangan lupa RCL.

 

 

©Printa Park’s Fanfiction 2014

 

Sesuatu terjadi di ruangan itu. Tao sempat memekik sedikit kencang. Ruangan itu berbunyi keras seperti alarm. Foto gadis dihadapan Kris menyala merah.

“ada apa ini, Kris?” Tanya Xiumin benar-benar bingung.

“sepertinya dia dalam bahaya.” Kata Suho sambil menatap foto gadis disana. “aku bisa merasakannya.”

**

“aih! Jinjjayo! Shin Hyera dalam bahaya, Lay!” teriak Luhan pada Lay ketika firasatnya berkata demikian.

“oh kau ingin bercanda lagi, hyung? Kau tadi sudah menipuku. Kali ini aku tidak percaya lagi denganmu.” Kata Lay. Baca lebih lanjut

FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 4

vampire in exo planet

Title : Vampire In Exo Planet

Author : Printa Park

Genre : Fantasy, Friendship, Conflict

Cast : You can find in the story😀

Disclaimer : semua cast milik Tuhan, agency, dan orang tua mereka masing-masing. Tapi jalan cerita tetep punya saya eap. Jan di copas sembarangan.

Author Note : maap ya, ini update nya lama banget. makasih banget udah mau baca ff absurd bin gaje ini. kalo ada yang gak nyambung mohon maap yak. itu di akhir-akhir saya bingung mau lanjutin kayak gimana. ya jadinya seadanya kayak gitu. maaf banget kalo ngecewain. Happy Reading ^^ jan lupa RCL ye.

 

“Sunny unni! Ireona!” Jessica menggoyangkan tubuh Sunny yang tergeletak di bawah pohon. “suasana semakin kacau. Kenapa tidak bangun bangun sih.”

“sebenarnya siapa mereka? Mau apa mereka?” Tanya Taeyeon sambil menatap sekumpulan pesawat dari planet lain yang menyerang EXO Planet.

Sooyoung menatap sekumpulan pesawat yang menyerang planet yang mereka datangi. Ia mengamati salah satu pesawat. Disana terdapat gambar suatu lambang. Sepertinya itu adalah lambang planet asal mereka.

  Baca lebih lanjut

FF EXO : BLACK PEARL Chapter 8

yaa

Title : Black Pearl

Author : Printa Park

Genre : fantasy, conflict, a little bit comedy

 annyeong!! aku comeback❤ maap ya lama banget lanjutnya. udah kena berapa bulan coba? dari september sampe desember gak update. T^T maap aku sibuk #eaa. aku banyak tugas. banyak kegiatan juga. dari mulai osis sampe dewan penggalang. ini udah aku paksa lanjut setiap malem tapi apa daya kalo otak aku mampet di tengah jalan :O hasilnya kayak gini. ini aja masih tbc. tau nanti mau lanjut kapan. >.< selamat membaca aja deh buat kalian🙂 RCL yaa :*

 

copyright©2013 Black Pearl by Printa Park

 “omo Hyera!”

Seseorang datang dengan panic. Ia membopong tubuh Hyera menuju ruang kesehatan yang sangat kebetulan dekat dengan tempat Hyera pingsan.

Namja itu menaruh tubuh Hyera dengan hati-hati di atas ranjang ruang kesehatan. Ia mengambil minyak kayu putih di kotak obat. Kemudian membalurinya di sekitar kening Hyera.

Baca lebih lanjut