FF EXO : BLACK PEARL Chapter 3

yaa

Tittle : Black Pearl

Author : Printa Park Yong Ae

Length : Chaptered

Genre : Fantasy, Friendship, Little Comedy

Cast : you can find in the story

HAPPY READING ^^

“mencari siapa?” tanya Sehun, kesadarannya belum pulih. Ia berjalan menuju lemari es, kemudian mengambil botor minuman dan meneguknya.

“alien itu.” ucap Hyera.

“ah, Luhan Hyung, dia dikamarku. Katanya tidak bisa tidur sendiri.” kata Sehun sambil mengembalikan botol itu kedalam lemari es-nya.

TAP.. TAP.. TAP..

Suara langkah kaki terdengar jelas dipendengaran Sehun dan Hyera. Mereka berdua saling diam sambil terus menatap pintu masuk dapur. Jaga-jaga siapa tau ada yang datang.

Suara langkah kaki itu semakin dekat. Jantung Hyera berdegup kencang. Ia tidak takut, tapi hanya sangat penasaran dengan siapa yang mempunyai langkah kaki itu.

____________________________________________________

“Sehun-ah. Hyera-ya. Semuanya, kenapa ini gelap sekali?”

Sehun dan Hyera bernafas lega ketika suara itu terdengar. Suara Luhan yang sepertinya sangat ketakutan karena memang ruangan itu sangat gelap. Sehun berjalan mencari saklar lampu, kemudian menyalakannya.

“ya! Kalian sudah bangun rupanya.” Luhan terkejut sebentar, kemudian bertingkah angkuh.

“tidak usah sok seperti itu, hyung. Memangnya aku tadi tidak mendengar ucapanmu tadi, huh?” Sehun berjalan mendekat, kemudian memberikan segelas air mineral. Luhan pun meneguknya.

“hehe. Oh iya, yang lainnya mana?” tanya Luhan sambil menatap sekitar. Tidak ada siapa-siapa.

“belum bangun. Hyung, tolong bangunkan mereka, ne? Aku mau mandi dulu.” ucap Sehun, lalu berjalan menuju kamar mandi.

“Hyera-ya, kau tidak mandi?” tanya Luhan sebelum beranjak menuju kamar masing-masing ksatria.

“ini masih terlalu pagi. Aku alergi dengan air dingin.” ungkap Hyera.

“ya sudah, aku membangunkan yang lain dulu ne?”

“ne.”

*_*_*_*

“aku akan mengantarmu mengurus perpindahan kuliahmu, Hyera-ya.” ucap Lay setelah menghabiskan sarapan paginya.

“tidak usah repot-repot, Lay-ya. Aku bisa sendiri.” kata Hyera, sambil memasang sepatu sekolahnya. Dia sudah selesai mandi, bahkan telah memakai rompi universitasnya.

“nanti kalau dicurigai oleh dosenmu, bagaimana?”

“tidak akan.” elak Hyera. “justru jika aku mengajakmu, malah aku yang dicurigai. Mereka sudah tau kalau aku anak yatim piatu.”

“oh, baiklah. Tapi jika membutuhkan wali, aku siap menjadi wali mu.” kata Lay.

“iya iya.”

“oh iya, Sehun-ah. Kita berangkat bersama, ne?” ajak Baekhyun sambil menggigit sandwich yang dibuatkan Cho Ahjumma.

“shireo! Nanti teman-temanku malah menertawakanku jika berangkat bersama mu. Pokoknya aku tidak mau.” ucap Sehun.

“oh ayolah, kita kan satu universitas. Ya ya ya?” Baekhyun mengeluarkan puppy eyes nya. Sehun mendecak.

“tidak mau ya tidak mau, hyung!”

“sudah-sudah. Kalian akan ku antar saja.” ucap Lay menengahi. “aku akan mengantar Hyera. Baru setelah itu mengantar kalian ke sekolah kalian.”

“kau benar-benar bertanggung jawab, hyung.” puji Baekhyun. “tidak seperti Luhan hyung. Lihat dia, dia bahkan tidak memperhatikan dongsaeng-dongsaeng mereka yang sedang kesusahan.”

Semua pasang mata disitu langsung memandang Luhan yang sedang memakan makanan buatan Cho Ahjumma. Mungkin ini pertama kalinya ia makan makanan itu, jadi ia menjadi fokus ke makanan, bukan ke dongsaengnya.

Merasa dipandang, Luhan berhenti makan. Kemudian menatap dongsaengnya satu-satu.

“hey, ada apa? Apa cara makanku salah? Atau aku makan dengan belepotan?”

“hihi, tidak kok Hyung. Hanya saja……,” Sehun menghentikan ucapannya, ia terkekeh daritadi. “kau makan terlalu rakus.”

*_*_*_*

“Annyeonghi gyeseyo hyung!!!” pekik Baekhyun saat Lay mulai pergi menggunakan mobil milik Sehun. Sementara Sehun sudah berjalan masuk universitas duluan, meninggalkan Baekhyun.

“astaga. Kenapa kau berangkat bersama pecundang itu, Sehun-ah?” tanya teman-teman Sehun mulai mengintrogasi. Untung saja Sehun tidak masuk gerbang bersama Baekhyun.

“dia itu hyungku.” ucap Sehun dengan mimik wajah datar. Bahkan tangannya dengan relax berada di saku celananya. Dia sangat cool!

“MWO?! Hyungmu? Yang benar saja!” Zelo menepuk bahu Sehun tak percaya, kemudian melirik Baekhyun yang mulai melangkah memasuki gerbang.

“kau jangan bercanda, Hun.” Mir juga menepuk bahu Sehun.

“kita tanya langsung saja. Kajja!” seru Taemin sambil mencegat Baekhyun.

Baekhyun berhenti dengan wajah kaget, ia takut.

“ige mwoya?”

“apa benar kau hyungnya Sehun?” tanya Mir seperti mengintrogasi.

“siapa yang bilang kalau kau ini hyungnya Sehun?” Zelo ikut-ikut mengintrogasi.

“kenapa kau berangkat bersama Sehun?” Taemin mendorong bahu kiri Baekhyun, sehingga Baekhyun terhuyung mundur.

“aku… aku…”

“kan sudah aku bilang, Baekhyun itu hyungku!” seru Sehun sebelum Baekhyun diapa-apakan oleh teman-temannya. “hyung, cepat ke kelasmu.”

“Hah?! Baekhyun oppa kakaknya Sehun? Yang benar?”

akibat seruan Sehun, para mahasiswa maupun mahasiswi di universitas ini mulai membicarakannya. Ada yang mencibir, tapi ada juga yang memuji. Sehun tidak menanggapi mereka. Sekarang ia dan ketiga temannya mulai berjalan menuju kelas.

*_*_*_*

“ghamsahamnida, seonsaeng. Aku akan berkunjung ke universitas ini kapan-kapan. Terima kasih.”

Hyera membungkuk kepada gurunya, kemudian berjalan keluar dari ruang kepala sekolah. Di tangannya kini telah ia bawa surat untuk perpindahannya. Dan ia akan pindah ke universitas milik ayah Sehun.

“pulang dulu, atau langsung kesana ya?” Hyera tampak berpikir sejenak sambil mengetukkan ujung surat itu di dagunya.

Tapi tiba-tiba angin kencang datang dan menerbangkan surat itu. Aish! Ceroboh sekali kau, Hyera!

Hyera berlari mengejar surat itu. Mau tidak mau ia harus tetap mengejar surat itu. Dan akhirnya surat itu berhenti melayang, tapi sialnya, surat itu ada di atas pohon tinggi. Walaupun tidak begitu tinggi, tapi, ia tidak sanggup meraihnya.

“ia sudah melempari suratnya dengan batu agar surat itu turun lagi, tapi yang ada batu itu malah mengenai kepalanya. Sehingga kepalanya sedikit benjol.

“aduh, bagaimana ini?” gerutu Hyera bingung. Ia sudah meniupi suratnya agar terjatuh, tapi tetap saja sia-sia.

“butuh bantuan?” tanya seorang namja menawarkan. Hyera mendongak, namja itu terlihat sangat tinggi dan tampan. Ya, namja itu tampan. Sampai-sampai Hyera tidak menanggapi tawaran namja tadi, ia malah asik  memandang wajah namja itu.

“hey?” namja itu melambaikan tangannya di depan wajah Hyera.

“eh, eum. Ya. Eh, ya! Aku butuh bantuan. Bisakah kau mengambilkan surat itu untukku?” Hyera menunjuk surat yang ada di atas pohon. Namja itu mengangguk, kemudian meraihnya dengan sangat mudah.

“eh? Eung. Terima kasih.” Hyera membungkuk. Ia takjub.

“sama-sama. Oh iya, kau mau pindah kemana?” tanya namja itu. “ah, Kris imnida.”

“Hyera imnida. Aku? Aku pindah ke universitas milik ayahnya Sehun.” jawab Hyera. “Sehun adalah temanku.”

“eh?” Kris terkejut ketika mendengar ucapan Hyera barusan. Sehun?

“kenapa, Kris-sshi?” tanya Hyera saat ia melihat perubahan mimik wajah dari Kris.

“ah, tidak ada apa-apa kok.” balas Kris, lalu tersenyum senang.

Hyera tersenyum, “Kris-sshi, terima kasih sudah mengambilkan suratku tadi. Sekarang aku harus pergi untuk mengurus perpindahan sekolahku. Sekali lagi terima kasih.”

Hyera membungkuk, kemudian Kris juga ikut membungkuk. Lalu…..

DEG,,

Kalung milik Kris terlihat ketika ia membungkuk sebagai tanda hormat kepada Hyera. Kris yang hendak pergi segera ditarik lengannya oleh Hyera. Sontak Kris berbalik dan menatap yeoja dihadapannya dengan tatapan bertanya.

“ada apa?” Kris menaikkan alis.

“eum, kalung itu,”

“ini pemberian ayahku sewaktu aku di Kanada bersamanya.” ungkap Kris sembari menatap kalung itu. Ya, kalung yang sama seperti milik ksatria yang lain, kecuali dirinya.

“Kris-sshi. Aku merasa tidak enak badan. Bisakah kau mengantarku pulang?” dusta Hyera dengan wajah yang memelas.

Merasa kasihan, Kris mengangguk. Kemudian berjalan menuju parkiran universitas. Lalu membukakan pintu bagian jok penumpang untuk Hyera.

*_*_*_*

“loh? Kok sudah pulang?” tanya Lay ketika ia membukakan pintu untuk Hyera. Tapi matanya menatap lelaki tinggi disamping Hyera. “nuguseyo?”

“Annyeong haseyo, Kris imnida.”

“ne, Lay imnida. Baiklah, ayo masuk.”

Kris, Hyera, dan Lay pun masuk. Kemudian duduk disofa ruang tamu.

“ehemm, ada perlu apa kesini?” tanya Lay. Mencoba memecah keheningan.

“eung, tadi… Tadi Hyera bilang ia sedang tidak enak badan dan memintaku mengantarkannya pulang.”

Lay menatap ke arah Hyera yang tengah membaca majalah. Merasa dipandang, Hyera menurunkan majalahnya dan melirik ke arah Lay. Dan kemudian ia menaruh majalahnya di bawah meja.

“sakit ya, Hyera-ya?” tanya Lay sok lembut. Ia menatap Hyera dengan sedikit tajam.

“hehe, mianhamnida Kris-sshi. Aku hanya… hanya…. hanya…,”

“ya! Hyera-ya! Kau sudah pulang rupanya? Bagaimana sekolah Sehun? Apakah menyenangkan disana? Loh? Sehun mana? Kok Hyera malah bareng sama dia?”

aduh, manusia planet itu!

“Luhan-ah. Kalau ngomong pelan-pelan dong. Dia temanku. Namanya Kris.” ucap Hyera mencoba tidak menjitak kepala Luhan didepan Kris.

“annyeong haseyo, Kris imnida.”

Kris berdiri, kemudian membungkuk pada Luhan.

“woaaa, kau tinggi sekali, Kris-sshi.” puji Luhan.

“bodoh, kau seharusnya mengenalkan dirimu juga.” bisik Hyera pada Luhan.

“apa kau bilang? Kau mengatai aku bodoh?” pekik Luhan.

“astagaaa, berbicara denganmu sama saja berbicara didalam gua.”

Kris hanya terkekeh melihat perdebatan kecil antara Hyera dan Luhan.

“Lu, dia punya kalung Black Pearl.” kata Hyera, kemudian menunjuk Kris menggunakan dagunya.

Luhan menatap Kris, benar saja, kalung itu terlihat diluar kaos hijau yang dipakai Kris.

“kau dapatkan darimana kalung itu?” tanya Luhan.

“eum, dari ayahku. Kanada.”

*_*_*_*

“huh! Kenapa kau tadi tidak melawan saja sih?”

Sehun mengajak Baekhyun ke cafe depan sekolah dahulu sebelum pulang. Mereka duduk di dekat tembok.

“yah, kau tau sendiri kan. Teman-temanmu badannya lebih besar daripada aku.” kata Baekhyun sambil meminum bubble tea nya.

“tapi kan kau sudah menjadi hyungku. Bertindaklah menjadi pemberani, hyung. Masa’ aku harus melindungimu terus?”

“iya deh. Tapi…., aku takutnya teman-temanmu menjauhimu karena sudah tau kalau kau adalah dongsaengku.” kata Baekhyun. “melihat kau berangkat bersamaku saja sudah di ejek.”

“sudahlah, hyung. Biarkanlah mereka seperti itu. Apa kau tidak suka menjadi hyungku? Oke, itu tidak apa-apa.”

“aniyo, aniyo! Bukan begitu Sehun-ah, aish…” Baekhyun mendengus kesal ketika Sehun berbicara dengan nada kecewa. Padahal Sehun hanya ingin mengerjai Baekhyun saja.

“tidak apa-apa kok. Sudah sana, kan hyung tidak mau jadi hyungku.”

“aniyo! Aku mau kok!”

“makanya jangan berpikiran yang aneh tentang temanku. Lagipula, mereka baik kok. Buktinya tadi mereka sudah menerimamu sebagai kakakku. Baikkan?” seru Sehun seperti anak kecil. Sementara Baekhyun hanya mengangguk.

*_*_*_*

“huh~! Melelahkan.” dengus Sehun sambil menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamunya yang empuk. Ia benar-benar lelah, sampai-sampai menjadi malas berjalan sampai kamarnya. Jelas saja, kamarnya ada di lantai paling atas. Lantai 3.

“Hyera-ya, kenapa tadi tidak ada di universitas? Kau ini jadi tidak sih mengurus perpindahannya? Aku sudah terlanjur berbicara pada kepala dosen, kau malah tidak datang. Aish!”

Baru saja akan mengantarkan minuman dingin untuk Sehun dan Baekhyun yang baru datang, Hyera sudah dapat semburan pertanyaan sekaligus omelan dari Sehun. Entah dia itu terkena angin apa, bisa-bisanya berubah menjadi cerewet.

“astaga, aku sudah baik mengambilkanmu minuman dingin, kenapa malah diomelin? Dasar tidak tau terima kasih.” balas Hyera sambil menaruh minuman dingin itu dimeja.

“iya deh, maaf.” kata Sehun sambil meraih minuman itu, kemudian meneguknya. “kenapa tadi tidak jadi mendaftar?” tanya Sehun lembut.

“tadi, aku bertemu dengan salah satu ksatria.” kata Hyera.

“ksatria lagi? Dimana?” tanya Baekhyun yang sedari tadi terdiam.

“tadi kan aku sedang memandangi surat perpindahan kuliahku, nah, tiba-tiba ada angin kencang datang. Lalu surat itu terbang dan menyangkut di ranting pohon. Yaaa, menurutku lumayan tinggi. Terus karena aku tidak dapat mengambil surat itu dengan apapun, seorang namja datang menolongku.” kata Hyera berhenti sejenak.

“aish, lanjutkan ceritamu.” suruh Baekhyun penasaran.

“tunggu lah, aku butuh nafas juga.” ucap Hyera. “setelah itu, ia mengambilkan surat itu dengan mudah! Sangat mudah malah.”

“what? Bagaimana bisa? Katamu surat itu menyangkut di ranting pohon yang cukup tinggi?” Tanya Baekhyun.

“itu karena dia sangat tinggi. Bahkan mengalahkan tinggi Sehun.” ucap Hyera sambil menunjuk Sehun.

Sehun terperangah. Saat ini, diantara teman-temannya, ialah yang paling tinggi. Ternyata ada yang lebih tinggi darinya.

“wah, aku harus bertemu dengannya.” ucap Sehun. “lalu, kenapa kau tidak menyuruhnya tinggal disini saja? Katanya kita harus mengumpulkan seluruh ksatria?”

“aduh, ini kan rumahmu. Bagaimana aku bisa memutuskan suatu hal dengan kesepakatanku saja? Sementara rumah ini adalah bukan milikku.” ucap Hyera.

“kata-katamu bagus sekali, haha.” puji Baekhyun setelah mendengar rentetan kata dari mulut Hyera barusan. Sementara Hyera hanya tersenyum.

“kau bisa menelponku, apa kau tidak punya ponsel, huh?” tanya Sehun dengan nada sedikit kesal.

Hyera menggeleng, ia mengatakan jujur. Benar saja. Ia kan kurang mampu, biaya sekolah saja ditanggung olehnya sendiri. Sehun mendecak.

“kan ada telepon rumah.” ucap Sehun lagi. Ia mulai mengontrol emosinya.

“huh? Aku tidak tau dimana tempat telepon rumahmu.”

Sehun memandang Hyera dengan wajah datar, kemudian menunjuk sesuatu di atas nakas dekat lampu malam. Hyera mengikuti telunjuk Sehun mengarah. Lalu ia tersenyum malu, betapa bodohnya kau Shin Hyera!

-TBC-

sebelumnya makasih banget buat kalian yang udah nge review ff saya yang satu ini. sebenarnya ide sudah mampet, tapi aku coba ngebuat ff ini lebih sering up to date. maaf juga kalo kali ini aku update nya lama, trus ceritanya makin ruwet.

pokoknya makasih buanget buat kalian kalian semuanyaaaa, saranghaeee~

9 thoughts on “FF EXO : BLACK PEARL Chapter 3

  1. YuunieSsi berkata:

    KEREN!!
    Mian thor-nim aqu baru komen disini coz udah brkali kali aqu coba komen di ch sblumnya komenan gg mau k’post.. -_-
    Maklumi yah thor^^
    KEEP WRITING AND FIGHTING!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s