FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 2

vampire in exo planet

Tittle : Vampire In Exo Planet

Author : Printa Park Yong Ae

Length : Chaptered

Genre : Fantasy, Friendship, Action

Cast : EXO Member | Kim Hyo Yeon

Suport Cast : SNSD Member | Kim Hee Chul

Cuap-cuap : haiiii, aduh, lama ya updatenya? maaf ya. aku seneng banget ada yang suka sama FF gajebo aku yang ini. yah, ada 2 sih. itu pun ada yang nge-like 1. jadi 3. sumpah seneng. ^^ ohiya, itu di cover FF nya *nunjukcover* ada typo yah, maaf. aduh aku ceroboh banget.:/

HAPPY READING ^^

© 2013 Printa Yong Ae

“Hyoyeon Unni! Dia… Dia…”

Nafas Seohyun terdengar memburu. Antara takut, gelisah, khawatir, lelah, dan juga menahan tangis. Ia tak sanggup berkata. Ia hanya menunjuk ke arah jalan koridor dibelakangnya dengan nafas yang memburu. Jessica segera memberinya segelas minuman agar nafasnya sedikit normal.

“ceritakan pelan-pelan.” titah Taeyeon.

“Hyoyeon Unni, dia tidak ada dikamarnya.” ucap Seohyun. Air matanya tidak dapat dibendung lagi. Ia menangis, lututnya serasa lemas, kemudian ia duduk bertumpu dengan lututnya.

“kau jangan mengada-ada, Seohyun-ah!” seru Sooyoung tak percaya.

“kalau tidak percaya, silahkan kalian cek dikamarnya.” jawab Seohyun.

“benar.” Tiffany menatap bola kristal ditangannya. Disana dapat terlihat kamar Hyoyeon kosong, bahkan tidak ada pakaian Hyoyeon yang biasanya berserakan diatas ranjang. “dia pergi.”

“hah?! Pergi?”

____

“aduh, Hyoyeon Noona, kau pintar sekali memasaknya. Setiap hari aku selalu merasakan masakan ikan bakar buatan Kyungsoo hyung terus.” ucap Jongin saat ia merasakan masakan buatan Hyoyeon. Hyoyeon tersenyum mendengar pujian dari teman barunya itu.

“ini namanya spaghetti. Kalian tau cara memakannya, kan?” Hyoyeon terkekeh mendengar penuturannya sendiri.

“aku tidak tau, noona.” Hyoyeon mendelik pada Sehun. “suapin.” rengek Sehun manja.

“aish, sini aku suapin saja.” Luhan menyuapi Sehun. Ia memberikan satu garpu penuh, hingga membuat Sehun susah mengoyaknya. Bahkan, Sehun tidak dapat mengeluarkan protes.

“aduh, kalian ini membuat kegaduhan terus. Bisa gila aku lama-lama disini.” kata Suho kesal. Ia pun memakan makanan itu dengan lahap. Sebelumnya, Suho melihat cara Hyoyeon melahap makanan asing itu. Kemudian, ia mempraktekannya, dan bisa! ^^

Disaat hangatnya rasa kebersamaan mereka, kalung merah Hyoyeon menyala terang. Untung saja kalungnya tersembunyi didalam kaos yang ia pakai. Kalau tidak, mungkin bisa membuat matamu buta sementara.

Cahaya itu lambat-laun mulai meredup, namun kontrasnya masih berada. Saat benar-benar meredup, Hyoyeon tak memperdulikan kalung itu, ia kembali menyantap makanannya.

“kenapa kalungmu bersinar?” tanya Lay sambil melahap makanannya.

“apa itu kalung ajaib?” Luhan menambahkan.

“yah, itu kalung ajaib. Bisa membuat orang yang menyebalkan sepertimu masuk ke jurang.” celoteh Sehun setelah makanan yang tadi disuapi oleh Luhan tertelan habis.

Luhan menatap tajam kearah Sehun. “dasar bocah tengik.”

“hei, sudahlah. Kalian membuat malu tau.” seru Kris. Ia menyantap kembali makanannya.

“Luhan hyung yang memalukan.” elak Sehun menunjuk Luhan. Luhan melotot ke arah Sehun.

“kau yang memalukan, tau.” seru Luhan pada Sehun.

“Hyung yang memalukan!”

“Sehun!”

“Luhan hyung!”

“Sehun!”

“Luhan hyung!”

 “Aiiiisssh !!! Diamlah!” bentak Xiumin tak tahan.

*_*_*_*

“kenapa dimatikan?” Yoona yang ikut melihat kalung Taeyeon saat menghubungi Hyoyeon, sinarnya mati begitu saja.

“setidaknya kita tau dimana dia berada sekarang. Aku rasa, ada yang terjadi. Tapi, aku tidak mengingat apapun.” Sooyoung mengetuk kepalanya. “ayolah otak, bekerjalah.”

“Sooyoung-ah! Jangan lakukan itu. Daritadi kau terus memukul kepalamu, apa itu tidak membuatku ikut pening, huh?!” marah Sunny sambil memegang kepalanya, terlihat seperti kesakitan.

“eh, Mianhae, Sunny Unni, aku hanya sedang kesal.” Sooyoung langsung membungkuk minta maaf. Ia lupa jika Sunny bisa merasakan kesakitan jika anggota Vampire Shidae lainnya kesakitan. Termasuk yang ia lakukan tadi.

“ne. Aku tidak merasakan Hyoyeon kesakitan. Sepertinya, dia baik-baik saja.” ucap Sunny sambil memejamkan mata. Merasakan tubuhnya, sakit atau tidak.

“hey, Unni. Kenapa kau tidak menerawang keberadaan Hyoyeon Unni saja, sih?” tanya Seohyun pada Tiffany.

“huh~! Kau ini bagaimana sih. Kan bola kristalku tidak dapat melacak Hyoyeon. Jadi, aku tidak bisa menerawangnya.” Tiffany meneguk segelas cairan kental berwarna merah pekat.

Taeyeon menatap Yoona yang masih sibuk menghubungi Hyoyeon lewat kalung merah berbentuk bundaran yang rumit. Yoona terus mengeluh dan mengayunkan kalungnya naik turun agar ada reaksi. Namun nihil. Kalung itu tidak menyala. Artinya Hyoyeon mengabaikan panggilannya.

Taeyeon menaikkan pundaknya pasrah, “mau bagaimana lagi? Aku harus memanggilnya langsung.” Taeyeon meletakkan jari tangannya di samping keningnya. Matanya terpejam, memusatkan seluruh pikirannya untuk memanggil temannya yang menghilang itu. Atau tidak sekedar mendapatkan informasi dimana Hyoyeon berada.

“Unni apa yang–“

“Sssttt..” Telunjuk tangan kanan Tiffany berada di ujung mulutnya, menghentikan pertanyaan dari Yuri yang bisa saja menghancurkan konsentrasi Taeyeon. “dia sedang konsentrasi.”

“Oh,” Yuri mengangguk dan duduk di sofa. “Aku harap Vampire jorok itu cepat kembali.” Yuri memejamkan matanya. Menyamankan senyaman mungkin ia duduk. Dan ia tertidur.

“Kumohon kembalilah.”

*_*_*_*

Heechul berjalan dengan santai menuju halaman istana Vampire. Ia baru saja melihat perkembangan Vampire Shidae setelah kehilangan Hyoyeon. Heechul menyibakkan poninya yang menutupi mata, kemudian berjalan ke halaman. Menengadahkan wajahnya ke atas sambil memandang langit. Ia melihat beberapa planet. Namun ia hanya melihat keganjalan di sana. Kemana EXO Planet? Tanya Heechul dalam hati. Alisnya hampir bertautan. Keningnya ikut mengkerut ketika ia berpikir.

“kemana?” tanyanya lagi. “kenapa tidak ada?” Heechul hampir saja melotot kalau saja salah satu anggota VampireShidae datang menghampirinya.

“hei, Heechul!” Dia mendatangi Heechul. Menatap Heechul dengan pandangan marah. Heechul takut jika anggota VampireShidae tertinggi itu mengetahui yang sebenarnya. “aku melihat keanehan padamu. Semenjak anggotaku menghilang, aku sering mendengar ruangan kaummu mengadakan pesta.” kata Sooyoung.

“pe-pesta? Kau mengarang! Mana mungkin aku mengadakan pesta?” elak Heechul sambil tersenyum getir. “aku tidak mungkin mengadakan pesta.” katanya lagi karena tatapan Sooyoung tidak percaya.

“apa perlu kau ku panggilkan Seohyun agar kau mengaku? Kau mengetahui semuanyakan?!” tegas Sooyoung, terlihat kilatan merah dimatanya. “jelaskan padaku semuanya!”

“a-apa yang harus ku jelaskan, Sooyoung-sshi? Kau menjadi pemarah semenjak temanmu yang bodoh itu menghilang.” kata Heechul diiringi tawanya yang sedikit disengaja.

“Seo baby!” teriak Sooyoung. Ia melirik ke arah Heechul yang sudah berkeringat. Sooyoung tau, Heechul takut dengan Seohyun karena dulu Heechul pernah dilempar oleh Seohyun dengan jarak yang tidak dekat. Hal itu lah yang menyebabkan Heechul takut dengan anggota paling muda di Vampire Shidae itu. “Seo Baby! Kemarilah!” kata Sooyoung.

“oke baiklah. Aku jelaskan. Tapi jangan panggil gadis Hercules itu.” kata Heechul sambil mengelap keringatnya. “ya?”

Sooyoung terlihat sedikit berpikir. Jebakannya berhasil. Heechul akhirnya mau menjelaskan semuanya. “kau berani mengambil resiko jika berbohong?”

“te-tentu saja!” Heechul mengangguk. “tentu saja, Sooyoung-sshi. Tentu.”

Sooyoung masih tidak percaya. Ia menatap Heechul dari atas sampai bawah. Vampire yang ia akui memang tampan ini selalu berbohong padanya. Jelas, karena Heechul dan dirinya adalah musuh. Vampire Shidae dan Vampire Evil adalah musuh. Musuh bebuyutan.

Heechul menatap Sooyoung sengit. Ia berpikir keras. Apa yang harus dikatakannya nanti pada Sooyoung agar Sooyoung percaya? Harus ada sebuah jawaban dan penjelasan masuk akal dan logika. Dan ia juga harus bermain adegan. Untuk apa? Sooyoung adalah anak keras kepala.

“ayo cepat jelaskan.” tuntut Sooyoung. “mencari akal untuk mengecohku, hah? Kau pikir aku bodoh?” Sooyoung menyeringai. Kekuatannya adalah dapat membaca pikiran orang lain.

“kau tau? Aku sama sekali tidak ingin menjelaskan semuanya. Aku tidak takut pada ….. Seohyun. Aku sama sekali tidak takut.” ucap Heechul dengan keberanian yang masih diragukan oleh dirinya sendiri.

“Seohyun !!”

Seohyun datang, “apa? Aku sedang tidur enak-enak daritadi Unni panggil. Memang ada apa?” tanyanya. Ia masih acak-acakan. Kemudian Seohyun mengucek kedua matanya. Dan ketika itu ia tersadar ada Heechul disebelah Unni-nya.

“urusi dia.” kata Sooyoung tenang. “katanya dia tidak takut denganmu.”

Seohyun melotot pada Heechul yang kesusahan menelan ludahnya sendiri. Peluhnya kembali mengalir di pelipisnya. Seohyun berjalan mendekat kearah Heechul. Ia meregangkan otot tangan dan lehernya sejenak. Setelah didekat Heechul, ia menatap Heechul dengan tatapan membunuh.

“Eung, aku… Aku cabut ucapanku tadi, Sooyoung-sshi.” tatapan Heechul masih pada Seohyun, namun ia berucap pada Sooyoung yang menyeringai penuh kemenangan.

“Seo baby, kita butuh penjelasan padanya soal hilangnya Hyoyeon Unni.” kata Sooyoung. Ia menatap Seohyun lembut. Meminta Seohyun untuk melangkah mundur dan menyamai posisinya sekarang.

“baiklah,” Seohyun mundur. “sampai Unni tau kalau dia berbohong, katakan padaku. Aku akan menghajarnya.” katanya.

Heechul menelan ludahnya sejenak, peluhnya masih mengalir. “geure.”

*_*_*_*

Hyoyeon kini tidak tau harus bagaimana. Ia duduk di kasur yang berada dirumah EXO. Mereka meminta Hyoyeon untuk tinggal karena mereka takut Hyoyeon tidak menemukan tempat tinggal. Niat yang baik. Namun Hyoyeon tau jika mereka meminta ia tinggal hanya untuk menyiapkan makanan enak yang belum pernah mereka makan sebelumnya. Hyoyeon cukup mengerti. Lagipula jika ia menolak, memang ia ingin tinggal dimana?

Unni-nya sedaritadi menghubunginya lewat pikiran. Pikirannya sampai tidak terkontrol. Suara-suara Taeyeon bergeming di gendang telinganya ketika konsentrasinya hancur. Untuk waktu sudah menunjukkan malam. Para EXO sudah tidur dikamar masing-masing. Dan tidak ada yang tau tentang hal ini. Hal dimana sebenarnya Hyoyeon dicari oleh keluarganya sendiri.

Hyoyeon bergulat dengan pikirannya. Mencari jalan sendiri untuk menyelesaikan semuanya. Disetiap masalah pasti ada jalan keluar. Hyoyeon harus segera menyelesaikannya. Ia harus menjawab hubungan pikiran ini sebelum pikirannya kembali kacau dan merusak konsentrasinya besok. Hyoyeon tidak ingin EXO mengetahui bahwa ia terus dihubungi oleh keluarganya.

“eung~” Hyoyeon baru berucap setelah Taeyeon mengucapkan kata selamat tidur. Di EXO Planet sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Sementara Taeyeon baru saja mengucapkan selamat tidur. Itu artinya perbedaan selisih waktu mereka 5 jam. “Taeyeon Unni.”

“ya! Hyoyeon-ah kenapa kau baru membalas rentetan kataku sedari tadi? Apa kau baik-baik saja disana? Kau ada dimana sebenarnya? Kembalilah pulang.” respon Taeyeon cepat. Ia tidak mengira. Sebesar itukah rasa kangen Taeyeon padanya? Sebesar inikah? Lalu bagaimana tentang pengusirannya kemarin? Apa Taeyeon melupakannya secepat itu? Ataukah Taeyeon dan yang lainnya hanya bercanda soal hal itu?

“eung, Unni. Aku…. Aku….. Apa kau merindukanku?” tanya Hyoyeon ragu.

Terdengar tawa Taeyeon begitu jelas, “tentu saja aku merindukanmu.” katanya.

Terasa begitu hangat badan Hyoyeon dan pikirannya ketika Unni-nya baru saja berkata seperti itu. Entah karena apa, mungkin Taeyeon mengirimkan rasa rindunya sampai ia merasakan kehangatan. Ah, yang paling penting sekarang, Hyoyeon dapat mendengar ucapan tulus seorang Kim Tae Yeon. Ia merindukan ini.

“kenapa kau meninggalkan kami?”

DEG,

“me-meninggalkanmu? Meninggalkan kalian? Tidak.” Hyoyeon menggeleng. “aku tidak meninggalkan kalian.”

“bohong.” ucap Taeyeon tidak percaya. Dari nada bicaranya, Taeyeon terlihat dingin dan cuek. “kau berbohong, Hyoyeon.”

Hyoyeon terdiam. Ia tidak habis pikir. Taeyeonlah yang mengusirnya. Merekalah yang mengusirnya. Bukan keinginan dirinya sendiri untuk pergi dari planet Vams. Bukan, bukan dirinya sendiri. Dia tidak berkeinginan untuk berpisah dengan Vampire Shidae. Dia adalah anggota. Dia tidak mungkin setega itu.

“aku tidak berbohong, Unni. Sungguh.” suara Hyoyeon melemah. Terdengar sedikit bergetar, namun Hyoyen menahannya agar tidak mengeluarkan isakan kecilnya. “aku tidak berbohong.”

“kenapa kau tidak memberitahuku jika kau pergi, Hyoyeon-ah? Kenapa kau pergi begitu saja? Kau tidak memberi kabar. Kau tidak menulis surat. Secara tiba-tiba kamarmu bersih. Kau pergi. Kau pergi tanpa pamit, Hyoyeon-ah.” ucap Taeyeon meninggi. Sepertinya ucapan selamat tidur yang sebelumnya sangat lembut berubah menjadi kasar begini karena keras kepalanya.

Hyoyeon terdiam lagi. Dia menangis. Tangan kanannya menutup mulutnya agar isakannya tidak terdengar. Ia mulai terisak. Isakan yang semakin lama semakin jelas terdengar. Namun, ia tidak bodoh. Ia tidak akan membiarkan Taeyeon mendengar tangisannya. Tangan kirinya memegang kalungnya dan meremas kalung itu. Hal itu membuat hubungannya dengan Taeyeon sedikit gemerisik.

“Hyoyeon-ah?” Taeyeon merasakan aneh. Ia mendengar suara isakan kecil. Namun isakan tersebut sudah hilang. Lebih tepatnya tidak terdengar lagi karena tergantikan oleh suara gemerisik.

*_*_*_*

Sehun membangunkan Luhan yang memang tidur satu kamar dengannya. Luhan menggeliat kecil. Kemudian mata sipitnya menatap Sehun yang terlihat resah. Ia tau, pasti Sehun memintanya untuk mengantar ke kamar mandi.

“ah, kau sudah besar. Masih tidak berani ke kamar mandi sendiri?” ledek Luhan sambil duduk dan mengucek matanya. “bahkan kamar kita paling dekat dari kamar mandi.” ucap Luhan.

“oh ayolah, hyung. Aku sudah tidak tahan.” Sehun menarik tangan Luhan. Secara terpaksa, akhirnya mereka berdua keluar kamar dan menuju kamar mandi.

Bukan, yang masuk ke kamar mandi hanya Sehun. Sementara Luhan menunggu diluar. Luhan bersender di tembok sambil memejamkan matanya. Beberapa kali kepalanya bergelayut kebawah karena tertidur. Namun ia kembali ke posisi semula lagi. Dan mengulanginya lagi. Begitu seterusnya sampai akhirnya Sehun keluar dengan wajah lega(?).

“hei, hyung. Ayo ke kamar lagi.” kata Sehun mengagetkan Luhan. Lalu ia langsung mendapat tatapan tajam dari Luhan. “maaf, hyung. Makanya ayo cepat ke kamar.”

“kau–“

Ucapan Luhan terhenti ketika mendengar sesuatu di lantai atas. Suara isakan. Sehun sendiri sampai mendekat kearah Luhan karena takut.

“suara apa itu, hyung? Aku takut.” kata Sehun. Ia bergelayutan dilengan Luhan yang lebih pendek darinya. “ayo hyung cepat kembali. Aku takut.”

“diamlah. Sepertinya itu bukan hantu, Sehun-ah.” bisik Luhan. Ia perlahan berjalan menuju tangga, diikuti oleh Sehun dibelakang. Mereka bersama-sama berjalan menaiki tangga sampai dilantai atas.

Diatas, suara terdengar lebih jelas. Dan keduanya sama-sama menoleh pada kamar bertuliskan ‘Hyoyeon Room’ di pintunya. Dan mereka tau, itu pasti kamar Hyoyeon. Baru tadi sore mereka berdua membuatkannya untuk Hyoyeon.

Keduanya berjalan bersama mendekati pintu tersebut. Menempelkan telinga mereka di daun pintu, dan terdengar isakan di dalamnya.

“Hyoyeon noona menangis.” kata Sehun. “aku harus masuk.”

“jangan.” Baru saja Sehun akan memutar knop pintu, namun Luhan menahannya. “sepertinya noona butuh sendiri. Ayo kita tidur.” kata Luhan sambil menguap.

Mereka berdua pun turun. Luhan menggandeng tangan Sehun sambil menuruni anak tangga. Sehun yang penasaran sedari tadi menatap pintu milik Hyoyeon. Sampai ketika pandangannya mulai tertutupi batasan lantai, ia melihat pintu Hyoyeon terbuka.

-TBC-

22 thoughts on “FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 2

  1. Kwon Yuyeon berkata:

    annyeong azka imnida. panggil aja zka. 03 line *masih ingusan*
    reader baru ceritanya ^^
    maaf gk bisa comment di chap sebelumnya :3
    btw ff nya bagus dan aku juga suka ^.~
    ditunggu next chap and,
    keep writing❗😀

  2. KaiStal couple berkata:

    Ye~ahkirnya Kai Oppa ad juga ya meskipun cuma 1 kalimat
    Tp daebak!! D.A.E.B.A.K
    Jjang!
    #acungin4jempol

  3. Nada berkata:

    Daebak thor ! Aku hyohyunnies, bahagia deh kalo baca apapun tentang hyo😀
    aku nggak tau thor komen sebelumnya tampil apa nggak soalnya sinyalnya lagi putus2 gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s