FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 4

vampire in exo planet

Title : Vampire In Exo Planet

Author : Printa Park

Genre : Fantasy, Friendship, Conflict

Cast : You can find in the story😀

Disclaimer : semua cast milik Tuhan, agency, dan orang tua mereka masing-masing. Tapi jalan cerita tetep punya saya eap. Jan di copas sembarangan.

Author Note : maap ya, ini update nya lama banget. makasih banget udah mau baca ff absurd bin gaje ini. kalo ada yang gak nyambung mohon maap yak. itu di akhir-akhir saya bingung mau lanjutin kayak gimana. ya jadinya seadanya kayak gitu. maaf banget kalo ngecewain. Happy Reading ^^ jan lupa RCL ye.

 

“Sunny unni! Ireona!” Jessica menggoyangkan tubuh Sunny yang tergeletak di bawah pohon. “suasana semakin kacau. Kenapa tidak bangun bangun sih.”

“sebenarnya siapa mereka? Mau apa mereka?” Tanya Taeyeon sambil menatap sekumpulan pesawat dari planet lain yang menyerang EXO Planet.

Sooyoung menatap sekumpulan pesawat yang menyerang planet yang mereka datangi. Ia mengamati salah satu pesawat. Disana terdapat gambar suatu lambang. Sepertinya itu adalah lambang planet asal mereka.

 

**

“Suho!” Kris melihat Suho diserbu oleh beberapa orang hingga terjatuh. Kris yang sedang terbang langsung mendaratkan tubuhnya ke dekat Suho dan langsung menghajar musuhnya.

“sialan!” salah satu dari mereka memaki Kris yang tiba-tiba datang dari arah belakang. Sementara Suho sudah babak belur karena dikeroyok 3 orang.

“kalau berani jangan keroyokan!” ujar Kris sambil mengangkat tangannya. Memamerkan api di telapak tangannya dan menatap sengit orang-orang didepannya. “kalian tau kan siapa aku?”

Setelah berkata demikian, Kris langsung menyulap orang-orang didepannya menjadi daging matang. Mereka telah hangus terbakar api milik Kris. Sekarang saatnya ia menyelamatkan Suho. Ia harus membawa Suho ke ruang bawah tanah. Sebelum keadaan semakin parah….

**

“aigo~! Kris-a! Kenapa dia?” Tanya Hyoyeon kaget ketika Kris datang sambil membawa Suho yang terlihat babak belur sana-sini. “kemana Lay? Bukankah dia bisa mengobatinya?”

“tidak,” tukas Kris sebelum pergi keluar lagi. “ini peperangan yang sangat sulit, noona. Semuanya sibuk melawan.”

“aku harus membantu!” ucap Hyoyeon dan bangkit. “aku tidak boleh membiarkan lebih banyak korban jatuh seperti Suho sekarang. Aku harus membantu.”

“andwe!” ucap Sehun. “Suho hyung saja bisa seperti ini. apalagi noona.” Katanya.

“kau meremehkanku, Sehun-a. lebih baik kau menjaga Suho. Aku akan keluar.” Hyoyeon pun berlari keluar dan menutup pintu bawah tanah.

**

“itu Hyoyeon!” kata Taeyeon ketika melihat Hyoyeon keluar dari persembunyian.

Hyoyeon terlihat berlari menuju peperangan itu. Ia persiapan dan mengeluarkan pedang kecil bergambar planet Vams.

“dia membawanya kemari…” kata Seohyun ketika melihat Hyoyeon mengeluarkan pedang itu. “mari kita membantunya.”

“tidak usah.” Sergah Taeyeon cepat ketika Seohyun baru akan berlari.

“waeyo!? Hyoyeon unni pasti akan kesusahan!” kata Seohyun jengkel.

“benar itu, Taeng unni. Sebaiknya kita membantu Hyoyeon!” kata Tiffany.

“aku bilang tidak usah,” ucapnya sekali lagi. “dia melupakan kita. Untuk apa kita membantunya?”

“aigo! Kau ini kenapa sih? Ayolah sadar! Waktu itu kita sendiri yang mengusirnya! Dia tidak melupakan kita!” amarah Sooyoung mulai muncul. Matanya berkilat merah.

BLAM!

Terdengar suara ledakkan yang sangat besar. Dapat dilihat juga sebuah pesawat yang baru datang. Bisa diperkirakan jika ledakan itu adalah perbuatan pesawat baru itu.

EXO maupun Hyoyeon terjatuh bersama orang-orang yang mereka lawan. Yah, walaupun hanya sebagian, tapi ledakan itu mampu membuat keheningan sejenak.

“Hyoyeon unni!” Yuri berseru sambil mengeluarkan pedang andalannya. Ia berlari menuju Hyoyeon yang terkapar lemah sambil memegang bahu kanannya.

“oh! Yuri-ya.” Katanya pelan. Ia tak sanggup berkata-kata karena sakit yang ia rasakan. “kau datang.”

“bukankah kau sudah tau?! Ayo cepat kembali ke planet kita! Untuk apa kau ikut berperang dan membela planet ini, unni?” Yuri membantu Hyoyeon berdiri. “ayo cepat. Teman-teman sudah menunggu.”

“aku tidak bisa meninggalkan mereka.” Tukasnya sambil menggeleng.

“wae?”

“mereka juga keluargaku. Aku harus membantu mereka melawan musuh apapun yang terjadi. Walaupun aku mati sekalipun.”

“unni kau tidak boleh berkata seperti ini.” Yuri rasanya ingin menangis.

“Hyoyeon unni!” Yoona berlari menghampiri Yuri dan Hyoyeon. “ayo cepat kembali sebelum Sunny unni pingsan lagi!”

“apa?” Hyoyeon melotot.

“dia mencemaskanmu! Dia merasakan tubuhnya sakit ketika orang-orang itu menyerang planet ini. dan juga mengenaimu. Dia pingsan karenamu!”

“mwoya? Aku bermaksud baik! Tidak berniat sama sekali untuk membuat dia pingsan untuk dua kali!”

“ba-bagaimana unni tau Sunny unni pingsan dua kali?”

“huh~” Hyoyeon memutar bola matanya. “aku mempunyai indra yang dapat mengawasi keluargaku, Yoong.” Katanya

“jadi kau tau jika Taeyeon unni tadi melarang Seohyun kemari?” Tanya Yuri. Dijawab anggukan kepala Hyoyeon. Yoona dan Yuri saling berpandangan sebentar. kemudian menatap Hyoyeon lagi.

“unni,” kata Yuri. “aku akan membantu para lelaki itu.” Katanya.

“aku juga.”

“kalian….” Hyoyeon tak kuasa menahan air matanya. Meskipun ingin dibilang cengeng, ia tak peduli. Yang penting kedua adiknya ini sangat sayang kepadanya. “ini perang.” Katanya memperingatkan.

“aku tau,” Yoona mengeluarkan pedang dari tempatnya yang ada dipunggungnya. “untuk itu aku membawa ini. aku kemari ingin membawamu pulang dan minta maaf.”

“kalian tidak perlu minta ma—“

DOOM!

 

Suara ledakan terdengar lagi. Kali ini pesawat yang melemparkan bom—atau peledak lainnya—turun. Pintu pesawat mulai terbuka satu persatu. Terlihat disana sosok yang berdiri seperti bos. Hyoyeon beranggapan bahwa itulah ketua dari orang-orang yang tiba-tiba mengajak perang ini.

“HAHA! AKU DENGAR DISINI ADALAH PLANET TERINDAH! AKU INGIN MEMILIKI PLANET INI! AKU INGIN MENGAMBIL ALIHNYA! SEKARANG LENYAPKAN PENGHUNI DISINI!” katanya sangat menggelegar.

“kau tidak bisa seenak itu, pak tua!” sahut Yoona dengan lantangnya. Meskipun ia baru datang dan ikut dalam peperangan, tapi keberaniannya sangat terlihat disini.

“Yoong!” teriak Yuri memperingatkan Yoona dengan nada pelan namun tegas. Tapi sepertinya Yoona tidak pendengarnya.

“aku bisa berbuat apapun yang kumau!” sahut ketua itu lagi.

“kami adalah penghuninya!” teriak Luhan marah. “apa kau tidak puas dengan planetmu sendiri, hah?! dasar!”

“haha. Aku adalah penguasa. Bila aku bosan dengan planetku, aku akan berkunjung ke planet ini. kenapa? Kau tidak terima?”

“tentu saja!” bentak Yoona. “kau tidak bisa seenaknya seperti itu! Kau pikir semua ini milik nenek moyangmu hah?!”

Yoona terlihat sangat kesal. Bahkan EXO pun memandang gadis itu takjub. Mereka bahkan tidak mengenal siapa gadis yang tiba-tiba marah kepada musuh mereka itu. Namun mereka tau kalau gadis itu adalah teman Hyoyeon.

“apa kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu? Hah! sama sekali tidak!” kata ketua itu, “kalian, lawan mereka. Habiskan mereka sekarang juga dan segera ambil alih planet ini.”

Peperangan pun dimulai.

**

Sehun terlihat cemas di ruangan bawah tanah. Ia terlihat mondar-mandir sembari menatap Hyung-nya yang tengah tergeletak lemas di tempat tidur bawah tanah. Apa mereka semua baik-baik saja? Sehun terus memikirkan ke-10 saudaranya dan Noona-nya yang ia sayangi.

Namun suara ledakan itu membuat tangis Sehun ingin pecah. Ia tidak ingin planetnya di ambil alih oleh orang lain. Ia ingin keluar dan membantu, namun ia masih memikirkan Suho, Hyung-nya. Tidak mungkin ia meninggalkan Suho yang sedang tidak sadarkan diri seperti sekarang ini.

Sehun menatap akar pohon kehidupan yang menjulur dan menembus dinding ruang bawah tanah. Ia ingin menggunakan kekuatan pohon itu untuk membantu mengalahkan musuh mereka.

Aha! Sehun punya ide cemerlang! Ia bisa menyalurkan kekuatan anginnya melewati akar tersebut. Dengan begitu, kekuatannya akan menyalur melalui batang dan di keluarkan lewat daun-daun pohon kehidupan yang sangat lebat. Pasti kekuatannya akan sangat kuat.

Ia mulai memusatkan pikirannya pada akar pohon dan kekuatannya. Ia harus bisa membantu. Meskipun ia paling muda, setidaknya, ia mesti menunjukkan rasa kerja sama yang baik.

Perlahan kekuatannya tersalur menuju akar tersebut. Lampu gantung di tengah ruangan sedikit bergoyang karena angin yang berhembus. Rambut Sehun dan Suho juga berterbangan kecil. Sehun memejamkan matanya. Dalam sekali hentakan, ia terjatuh. Kekuatannya sudah ia salurkan pada akar pohon kehidupan. Tinggal menunggu kekuatannya bereaksi dan mengalahkan orang-orang sialan yang telah melukai kakaknya.

“aw!” Suho tampak telah siuman dengan mata masih sedikit terpejam. Sehun segera berjalan menuju tempat Suho terbaring.

“Suho hyung!” Sehun duduk di samping Suho.

“aduh kepalaku pusing sekali.” Katanya sambil memegang kepala. “Sehun-a, bisa kau ambilkan aku air?”

“kau ingin berbuat apa, hyung? Ingin menyelakai dirimu sendiri dengan air seperti dulu itu? Sudahlah, kita tunggu saja Lay hyung dan yang lainnya selesai mengalahkan mereka. Lay hyung akan menyembuhkanmu.” Kata Sehun mengomeli Suho. Padahal Suho adalah kakaknya.

“kau ini. aku hanya ingin mencoba menyembuhkan diriku sendiri.”

“tidak hyung!” Sehun memotong ucapan Suho. “kita tunggu yang lain saja. Kau bahkan dulu hampir membuat wajahmu bertambah bonyok karena mencoba menyembuhkan dengan air.”

Suho hanya mengangguk dan menunjukkan wajah pasrahnya.

**

“Noona!” Lay melihat Yoona hampir saja jatuh ke sebuah lubang yang lumayan besar.

Yoona sedang tersudut dengan lengan kiri yang berdarah. Yoona kini melawan 2 orang sekaligus dengan sebuah lubang dibelakangnya. Ini sungguh tidak sebanding! Yoona berbadan kecil, perempuan, dan melawan 2 orang sekaligus! Ah, tapi sepertinya tubuh Yoona yang kecil tidak akan membuatnya kalah. Dia sudah terlatih, sebenarnya.

Sementara Yuri…. Dia sekarang sudah mengalahkan puluhan musuh. Hanya dengan sebilah pedang, kekuatan yang ia miliki dapat membunuh satu orang saja dengan mudah. Seperti kau membunuh seekor semut. Bila dilihat, Yuri membunuh musuh hanya semudah itu.

Sedangkan Hyoyeon, dia tengah membantu Kyungsoo. Kyungsoo sudah terlihat lelah. Dan Hyoyeon datang membuat kekuatan Kyungsoo seketika kembali. Ia kembali bersemangat.

“awas!”

BLAM!

 

Sebuah benda besar jatuh tepat di hadapan Hyoyeon dan Kyungsoo. Entah siapa yang melemparkannya, tapi benda itu benar-benar besar. Seperti meteor atau benda angkasa lainnya. Hyoyeon dan Kyungsoo termundur dan menatap Luhan. Kyungsoo tau dan Hyoyeon sudah tau kalau Luhan bisa mengangkat benda apapun dan melemparkannya.

Namun sepertinya dugaan mereka salah. Luhan kini tengah sibuk melawan 3 musuh yang bersenjatakan pedang. Walaupun Luhan tidak bersenjatakan apapun, tapi Luhan bisa melawan mereka bertiga dengan mudah.

Lalu jika bukan Luhan yang melempar benda angkasa tersebut, siapa?

“bukankah itu Paman Kim?”

“ah! Itu Kim ahjussi! Hyoyeon unni! Dia pamanmu, kan?”

Betapa terkejutnya Hyoyeon ketika melihat pamannya dari No-Name Planet. Yoona meneriakkannya dengan keras. Sehingga ia dapat langsung mengenali sosok dibalik benda angkasa tadi. Jadi, pamannya kesini menaiki benda angkasa itu? Lucu sekali.

“Hai kau ketua Planet jelek yang menyerang planet anakku!” tunjuk Paman Kim pada ketua musuh tadi. “dasar tidak punya malu! Sudah tua, masih saja berulah!”

“hei! Kau harusnya mengaca terlebih dahulu! Apa kau tidak mempunyai kaca?” Tanya ketua musuh.

“bodoh sekali!” ketus paman Kim. “lebih baik kau pergi dari sini atau aku akan mengeluarkan jurus andalanku! Haha. Para kaum tua punya jurus ini.” ungkap paman Kim sambil mengeluarkan smirk nya.

“apa kau pikir aku takut denganmu, pak tua? Kau bahkan hanya di sentil saja sudah jatuh. Mau apa kau? Menantangku berduel? Ahahahaha.” Musuh-musuh itu ikut tertawa ketika ketua mereka tertawa. “aku yakin kau hanya akan melempar bom ke arahku. Itupun akan ku tangkis dengan mudahnya. Kau pikir aku bodoh, pak tua? Ahahaha.”

“kau belum tau jurusnya, bodoh! Jangan banyak bicara dan segera selesaikan semua ini! kau akan jera nanti!” teriak Baekhyun ketika ketua musuh itu terus tertawa.

Paman Kim menyiapkan kuda-kuda dengan kedua kakinya. Matanya terpejam. Sepertinya ia terlihat sangat konsentrasi. Sebenarnya apa jurus paman Kim? Apakah itu benar-benar akan membuat musuh jera? Author harap sih begitu.

Sesuatu datang dari pohon kehidupan. Angin bertiup kencang. Pohon kehidupan yang berada tepat dibelakang paman Kim bergoyang-goyang bagai tertiup angin kencang. Namun kali ini tidak. Pohon kehidupanlah yang mengeluarkan air.

Paman Kim masih konsentrasi mengeluarkan jurus andalannya. Sementara pohon kehidupan masih bergerak-gerak. Para musuh mulai ketakutan. Tapi ketua mereka menyuruh mereka agar tetap diam ditempat. Sepertinya ketua musuh takut dibilang pengecut. Padahal memang pengecut.

VRUUUTTTSSS! WUSS!

 

Waktu yang tepat sekali! Jurus andalan paman Kim keluar bersamaan dengan kekuatan angin yang Sehun salurkan beberapa menit yang lalu dari akar kehidupan. Eh tunggu. Keluar bersamaan?

Yah. Jurus yang di maksud paman Kim adalah jurus K atau biasa disebut kentut. Dengan kuda-kuda yang disiapkan paman Kim tadi, membuat jurus K milik paman Kim keluar dengan lancar. Dan baunya……

Tidak hanya musuh yang pingsan. EXO, Hyoyeon, Yuri, dan Yoona juga ikut pingsan. Sementara paman Kim hanya melihati mereka yang pingsan akibat jurus K nya. Sepertinya jurus para kaum tua –seperti yang dibilang paman Kim sebelumnya—memang benar-benar ampuh.

**

“woah! Jinjja! Kim Ahjussi benar-benar hebat! Sepertinya No-Name Planet mempunyai banyak jurus yang konyol tapi sangat berguna seperti ini. aku akan meminta Kim Ahjussi mengajarkannya padaku.” Kata Sooyoung.

Para VampireShidae melirik Sooyoung yang berkata demikian. Sooyoung yang merasa dilirik segera menarik nafas dalam.

“oh, ya ampun. Apa aku salah bicara lagi?”

Sooyoung bukannya merasa bersalah malah sok polos-_-

“unni, kau ini bicara apa sih? Jurus Kim Ahjussi ini sangat berbahaya. Lihat saja, Hyoyeon unni, Yuri unni, dan Yoona unni saja sampai pingsan begitu.” Kata Seohyun. “oh, dan lihatlah! Sekarang kita punya empat anggota yang pingsan.”

“hahaha. Bahkan ini keren! Oh lihatlah sekarang apa yang akan dilakukan Kim Ahjussi.”

vampireShidae menatap ke arah paman dari Hyoyeon tersebut. Paman Kim sedang melakukan sebuah gerakan yang sepertinya dilakukan kepada orang-orang yang pingsan karenanya.

**

“bau apa ini?”

Suho dan Sehun bertatapan sambil menutup hidung mereka. Bau yang menyengat itu membuat mereka kesusahan bernafas karena udara pengap. Akhirnya Sehun mengeluarkan kekuatannya, sedikit, hanya sedikit. Ia mengeluarkan angin agar bau yang berterbangan di ruang bawah tanah itu segera lenyap digantikan udara segar.

“kenapa sepi sekali?” Suho melirik pintu keluar. “ayo kita cek.”

“mmm. Sebenarnya aku juga penasaran, tapi aku takut dimarahi oleh Kris Hyung lagi.” Balas Sehun.

“ah, tidak apa-apa. Aku akan membelamu kali ini. ayo kita cek.”

Suho pun berjalan perlahan menuju pintu keluar, tangannya memutar knop pintu. Dan akhirnya terbukalah pintu keluar ruang bawah tanah.

“ya!”

Suho dan Sehun terhempas kebelakang karena tekanan angin yang mendorong mereka. Bahkan rambut Suho dan Sehun sampai berantakan. Angin apa itu? Apa angin yang di kirim Sehun melalui akar kehidupan tadi? Tidak mungkin.

“kau tidak apa-apa, Sehun-a?” Tanya Suho sambil berdiri, kemudian membantu Sehun berdiri. “anginnya kencang sekali.”

“ah, kurasa pertempuran sudah selesai, hyung.” Sehun tidak membalas pertanyaan Suho, ia menatap ke arah lapangan luas di hadapannya. Para hyung-nya dan Hyoyeon serta beberapa teman wanita Hyoyeon pingsan. Para musuh juga nampaknya tepar semua. Sehun melihat sekitar, matanya menangkap sosok kakek yang ia kenali.

“heung? Itu bukannya Paman Kim?” Tanya Sehun sambil menunjuk kakek tua itu yang sedang menghirup nafas dalam-dalam sembari memejamkan mata. “apa yang akan dilakukannya?”

“oh! Aku baru sadar! Bukankah itu jurus K?” seru Suho.

“tidak, tidak. Mengapa paman Kim akan mengeluarkan jurusnya sekarang? Disaat semuanya sudah pingsan? Sepertinya Paman Kim sudah mengeluarkan jurusnya tadi.” Ucap Sehun. “apa Paman Kim ingin mengeluarkan jurus K nya lagi untuk membangunkan yang pingsan?”

“kurasa tidak. Untuk apa Paman Kim membangunkan musuh-musuh yang sebelumnya memang ingin dia pingsankan(?)?” ucap Suho setengah bertanya. Ia masih menatap Paman Kim yang masih konsentrasi. “atau paman Kim akan mengeluarkan penawarnya? Tapi, aku bahkan tidak pernah melihat Paman Kim mengeluarkan penawar setelah membuat musuh terkapar.” Lanjutnya.

Suho dan Sehun saling menatap. Kemudian mereka berjalan menuju Paman Kim. Tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin melihat lebih dekat. Dari tempat mereka berdiri tadi, mereka melihat Paman Kim mengatakan sesuatu dalam nada rendah. Seperti mengatakan sebuah mantra. Apa Paman Kim sedang membaca mantra?

Tangan Sehun iseng melambai-lambai di depan wajah Paman Kim. Dasar anak muda, enak sekali melambaikan tangan seperti itu dihadapan wajah seorang kakek?

“ssst, kau jangan seperti itu, dasar!” tegur Suho sambil menatap Sehun. Sehun hanya meringis menatap tatapan hyung-nya.

PPPSSSSTTTT

 

“kau dengar sesuatu?”

“ne.”

Suho dan Sehun bertatapan sebentar. kemudian mereka melirik sekitar mereka. Oh? Teman-teman mereka sudah terbangun! Tapi, kenapa hanya teman-teman mereka? Lalu musuh-musuh mereka?

Suho menyimpulkan sendiri jika suara yang ia dengar tadi adalah penawar, dan mantra yang dibaca oleh Paman Kim tadi adalah mantra penentu? Oh, Suho tidak begitu yakin tentang mantra tadi. Tapi bisa saja Paman Kim membacakan mantra untuk menyadarkan teman-temannya saja, bukan? Bisa saja.

“ah, mantraku berhasil! Yeah!” paman Kim berseru ketika melihat EXO dan teman-teman Hyoyeon tersadar. Hanya itu. Sementara musuh yang lain terlihat masih terkapar. Haruskah Sehun dan Suho mengapresiasikan kekuatan Paman Kim?

Ini aneh. Kekuatan konyol milik Paman Kim –yang menyelamatkan para EXO—sangat tidak masuk akal. Menurut Sehun, lebih baik Sehun tidak meminum bubble tea selama 1 minggu dibanding mencium bau kentut milik Paman Kim. Ah, ia harus belajar mencium bau kentut hyung-nya. Agar ia nanti bisa tahan dengan bau kentut Paman Kim.

“hei, kau sudah baik?” Suho berjalan mendekati Paman Kim dengan cengiran kecil di bibirnya. “ternyata kau sudah sembuh, Suho-ya. Ini, kau harus minum ini agar lukamu sembuh.” Paman Kim memberikan sebotol kecil ramuan yang mungkin Paman Kim racik ketika di planet asalnya tadi, sebelum kemari.

“kamsahamnida, Paman Kim.” Suho menerima botol itu, kemudian memandangi sekitarnya. “lalu, apa yang akan kita lakukan pada mereka?”

Semua saling bertatap satu sama lain, kemudian menatap sekitar. Musuh-musuh mereka telah lengah sekarang. Dan mungkin beberapa juga mati.

**

Taeyeon memandangi mereka. Masih memandangi EXO, saudari-saudarinya, dan Kim Ahjussi. Apa hubungan EXO dengan Kim Ahjussi? Apa mereka keluarga? Itu berarti EXO memiliki hubungan keluarga dengan Hyoyeon juga? Apakah berarti menjadi keluarganya juga? Mengingat dirinya sendiri juga berhubungan keluarga dengan Kim Ahjussi, meskipun ia baru menyadari beberapa tahun yang lalu.

Taeyeon terlalu lama terdiam. Yang lain sampai hampir ketiduran dibelakang. Namun, Taeyeon segera tersadar dan menatap belakang. Sunny sudah tidak pingsan, ia sudah tersadar, dan bahkan tengah mengobrol dengan Seohyun.

“kita harus keluar dari persembunyian,” kata Taeyeon. Membuat yang lain berfokus kepadanya. Keluar begitu saja? Bagaimana kalau EXO dan yang lain menganggap mereka musuh? “tenang, kita bisa membuat perlawanan dan Hyoyeon! Oh, anak itu pasti membela kita, teman.”

“kau bergantung kepadanya?”

Tiffany menatap lekat mata Taeyeon. Tiffany rasa, ada yang tidak beres dalam diri Taeyeon. Seperti sesuatu yang ganjil. Namun, Tiffany tidak menemukan apapun dari pandangan mata mereka. “kalau begitu, ayo keluar. Kau bisa memimpin.”

Taeyeon memutar kedua bola matanya. Ternyata masih saja mengandalkannya untuk berjalan didepan. Ia kira, Tiffany atau yang lain akan berjalan memimpin, sementara ia bisa dibelakang untuk berjaga, mungkin?

“kau adalah pemimpin, Taeng.”

Tiffany kembali berucap. Ia mendengar kata hati Taeyeon dari dalam. Seperti merendahkannya, ia tidak suka direndahkan, apalagi oleh keluarganya sendiri, Taeyeon misalnya.

Kemudian, mereka berbaris dan keluar dari persembunyian. Seohyun dan Sunny berada dibelakang, karena Sunny masih berjalan limbung. Taeyeon memimpin didepan dengan Tiffany dibelakangnya. Tak jarang, Tiffany melirik gerak-gerik aneh dari mata Taeyeon. Berkilat merah dengan tiba-tiba dan sangat cepat. Bahkan jika kau berkedip barang setengah detik saja, kilatan merah itu tidak akan terlihat.

“kalian?” Hyoyeon memandang teman-temannya bergantian. Kembali, ia rasanya ingin menangis. Ia terharu karena teman-temannya mendatanginya ke planet yang Hyoyeon sendiri tersesat kemari. “aku merasa nyaman disini, entah kapan aku ingin kembali, tapi aku akan tetap kembali ke Planet Vams.”

“kami sudah menemuimu kemari, menghampirimu kemari, Unni. Kenapa kau tidak ingin kembali bersama kami ke Planet asal kita?” Tanya Sooyoung sambil memandang Hyoyeon. “apa kau tidak merasa tidak enak kenapa kami? Planet ini bahkan tidak tertulis di peta.”

“aku tau, ini sulit untukmu, Hyoyeon-a. tapi, setidaknya kami sudah menunjukkan rasa sayang kami terhadapmu dengan mencarimu sampai kemari. Dan kau lihat? Sunny sampai pingsan, Hyoyeon-a.”

Ucapan Jessica barusan membuat Hyoyeon ingin menangis. Ia tidak boleh egois. Ia sendiri bingung harus berada dimana. kembali ke Planet asalnya, atau menetap di EXO Planet untuk sementara?

Seseorang menepuk bahu Hyoyeon yang bergetar menahan tangis. Ia tidak kuat menahan air mata yang sudah membendung di matanya. Dan sepertinya VampireShidae juga beberapa menangis melihat Hyoyeon menangis.

Seseorang itu adalah Kim Ahjussi, paman Hyoyeon yang tinggal di NoName Planet. Planet orang-orang yang terbuang—katanya. Hyoyeon sendiri bahkan tidak tahu mengapa pamannya bisa ada di Planet tersebut. Apakah pamannya membuat keributan di Planet Vams?

“aku pernah mengalami sepertimu, Hyoyeon-a. kau harus kembali ke Planet asalmu, atau jika tidak,” ucapan Kim Ahjussi terhenti. Kim Ahjussi mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. “kau akan berada diplanet yang sama denganku.”

Tentu saja semuanya terperangah mendengar ucapan Kim Ahjussi, termasuk EXO dan Hyoyeon sendiri. Ternyata pamannya berada diplanet itu karena hal yang sama ia alami saat ini? lalu, bagaimana ia harus mengatasinya?

“dengar? Kau harus kembali ke Planet Vams, Kim Hyoyeon! Kau tidak ingin mempersulit kita kan?” kalimat tersebut keluar dari anggota tertua VampireShidae.

Seohyun menoleh ke kakaknya paling tua. Apa yang diucapkan barusan? Mengapa terdengar sangat keras di telinganya? Apa yang terjadi dengan Taeyeon?

-TBC-

16 thoughts on “FF EXO : VAMPIRE IN EXO PLANET Chapter 4

  1. Thor yang part selanjtnya cepet – cepet dilanjtin ya penasaran nih ap yang terjadi selanjutnya sama Hyo eonni terus n EXO jga.
    I LIKE THIS STORY❤

  2. Hua… Lama banget aku nggak baca ni fanfic….

    Haha ngakak aku pas bagian jurus kentut, tapi tambah seru kok jalan ceritanya. Fanficnya belum dilanjutin ya?

    Tolong dilanjutin dong, penasaran… please #maksa

  3. penpen berkata:

    Ya ampun thorr ngakak sampai sakit perut aku karena jurus paman kim itu :vuntung ketawanya gk sampai keluar kmar suaranya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s